Kamis, 13 Oktober 2011

Nasi Pesek Menggoyang Ponggol Setan

#Berani-Percaya Diri-Rendah Hati#

Rabu malam beberapa pekan kemarin aku niatkan untuk menjajal masakan yang satu ini. Pasalnya namanya itu lho, bikin  penasaran banget. "Apa yang punya warung hidungnya pesek? he he", gumamku dalam hati.
Pukul 19.30 sepulang dari mengajar, tidak biasanya aku melewati Jalan Dewi Sartika, Pesurungan Kidul. Cukup mudah menemukan tempat mangkal  Nasi Pesek, letaknya di sebelah timur jalan, sebelah utara Politeknik Tegal.
Walaupun gerobak itu kecil namun yang beli nguantri, membuatku semakin tambah penasaran. Kini giliranku dilayani. "Satu dibungkus mba. Berapa?", tanyaku. "Rp. 2.500, mba", jawab pembeli.
Kulihat aneka lauk yang disajikan ada sambal goreng tempe, urab, sambal goreng telur, sambal goreng ayam, tempe goreng dan terakhir ikan asin. Aku pilih tambahan tempe goreng saja. Standar lauk Nasi Pesek yakni sambal goreng tempe, urab dan ikan asin.
Kedai ini hanya buka malam hari, kurang lebih sampai pukul 22.00. Setiap harinya mampu menghabiskan beras seberat 34 Kg. Omset yang didapat per hari terhitung lumayan untuk ukuran usaha kecil yakni Rp. 550.000. Keuntungan bisnis makanan biasanya separuh dari omset. Banyak mahasiswa yang menjadi pelanggan tetap kuliner ini. Di samping harganya yang terjangkau, rasanya pun nikmat tidak kalah dengan Ponggol Setan yang telah lama berkibar di Kota Tegal.
Sesampainya di rumah, segera aku santap nasi pesek yang membuat air liurku mengucur. Hmm.. suedepe poll... Geseknya itu lho... ^_^


Penjual sedang melayani pembeli
Nasi, sambel goreng tempe, gesek (ikan asin), urab plus tempe goreng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar