Rabu, 27 Juli 2011

Ujian Tengah Semester

Wajah-wajah penuh kegelisahan menghiasi ruangan Kelas C Lantai 2 kampus STMIK-AMIK YMI Tegal. Pasalnya saat ini sedang dilaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) Genap. Mereka kelimpungan, bingung harus menjawab apa.
Mereka terkejut dan berkata,"Lho,kata dosennya ujiannya Open Book".
Saya jawab, "Maaf saudara-saudara, saya hanya menjalankan tugas mengawasi ujian. Di lembar soal tertulis Close Book!!"

Saya duduk tenang mengawasi para mahasiswa yang sedang mengerjakan soal Sistem Basis Data. Saya mengawasi mereka dengan ketat. Tidak diperbolehkan mencontek, mematikan alat komunikasi, dilarang pinjam-meminjam alat tulis dan menunjukkan Kartu Ujian. Ada dari sebagian mahasiswa yang mencoba mencontek. Peraturannya adalah bila ada peringatan ketiga kalinya dari pengawas ujian maka mereka harus meninggalkan ruangan!
Peraturan ujian yang jujur dan sportif harus terus digalakkan. Kejujuran dan sportivitas harus dilatih sedari kecil. Berhubung saat ini mereka sudah menginjak masa kedewasaan, maka selalu mengingatkan akan pentingnya kejujuran harus terus digalakkan.
Bersikap tegas tidak sama dengan galak. Tegas berarti menegakkan peraturan. Tegas bisa dilakukan dengan cara-cara yang santun dan kata-kata yang lembut. Misalkan, "Para mahasiswa yang berbudi luhur, bijaklah dalam berperilaku. Jujurlah dalam mengerjakan ujian. Bagi yang merasa mencontek silakan meninggalkan ruangan...^_^". Kata-kata tersebut dikeluarkan dengan nada yang lembut dan wajah penuh senyum. Niscaya lama-kelamaan hati mereka akan terketuk dan sebisa mungkin melakukan perbuatan jujur atas kesadaran diri sendiri.
Sebenarnya banyak yang tidak suka jika pengawasan ujian dilakukan dengan ketat. Banyak yang kelimpungan tidak bisa mencontek terutama bagi mereka yang tidak belajar. Entah sengaja tidak belajar karena dikira Open Book atau memang tidak sempat belajar karena ada kesibukan bekerja bagi beberapa mahasiswa. Meskipun begitu peraturan harus ditegakkan.
Ujian dilakukan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dan evaluasi bagi dosen. Seberapa pahamkah mahasiswa dalam menangkap materi kuliah yang diberikan dan seberapa tepat dan efektifkah dosen dalam membuat materi ajar dan mentransfer materi. So..ujian harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, dikerjakan sesuai dengan kemampuan. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri untuk kita yakni kita akan mengetahui kemampuan dalam menangkap materi kuliah dan memahaminya. Tolok ukur kepandaian bukan dilihat dari seberapa banyak atau sedikitnya skor nilai yang didapat namun seberapa kuatkah perjuangan kita mencapai nilai yang maksimal dengan cara-cara yang baik. So...Belajar dong...^_^
Kampus tercinta, 24 Mei 2011
Special untuk adik-adik,teman-teman dan Bapak-bapak mahasiswa STMIK-AMIK YMI Tegal yang sedang UTS...^_^
Selamat Belajar...^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar