Selasa, 02 Maret 2010

Malam Pertama

Satu hal sebagai bahan renungan Kita… Tuk merenungkan indahnya malam pertama Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara Hari itu…mempelai sangat dimanjakan Mandipun…harus dimandikan Seluruh badan Kita terbuka…. Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. . Tak Ada sedikitpun rasa malu… Seluruh badan digosok Dan dibersihkan Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih… Itulah sosok Kita…. Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. ., Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih Kain itu ….jarang orang memakainya.. Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan Wewangian ditaburkan ke baju Kita… Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah Kita Keranda pelaminan… langsung disiapkan Pengantin bersanding sendirian…

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasa haru para handai taulan Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir Akad nikahnya bacaan talkin… Berwalikan liang lahat.. Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya…. . Tiba masa pengantin.. Menunggu Dan ditinggal sendirian… Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan Malam pertama bersama KEKASIH.. Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah Di kamar bertilamkan tanah.. Dan ketika 7 langkah tlah pergi…. Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…. Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur… Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur….. Kita tak tahu…Dan tak seorangpun yang tahu…. Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan… .. Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima Kita sungkan sekali meneteskan air mata… Seolah barang berharga yang sangat mahal..

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga.. Atau melemparkan dirimu ke neraka.. Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga… Tapi….tapi ……sudah pantaskah sikap kita selama ini… Untuk disebut sebagai ahli syurga

Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari Jum’at…… Mungkin malam JUM’AT? Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA? Kita suka ALLAH pada masa kita sakit…. Dan sudah pasti waktu ada kematian…

Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain? Karena… Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.

Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka… … Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)

Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan kepada kita. DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta.

ALLAH Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari. TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna

Susah vs. Senang Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?

Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai ceramah kita segar kembali? Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem “forward” kan email yang tak senonoh? Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima. Solat adalah yang terbaik…. Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran lumayan. Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia TIDAK Beriman PADA ALLAH setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.

Tidakkah lucu bila seseorang berkata “AKU BERIMAN PADA ALLAH” TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also “believes” in ALLAH).

Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan email lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali., tetapi bila anda mengirim email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10 kali untuk bekerjasama? Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulai mengirim pesan ini anda tidak akan mengirim kepada semua rekan anda karena memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pasti apakah mereka suka atau tidak?. Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau akan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda. Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini kepada semua rekan mereka di rahmati ALLAH. Semoga bermanfaat buat kita semua sebagai bahan renungan.

http://www.klikhpa.com/business-tips-article.php?no=20

1 komentar: